Mengapa Penambang Bitcoin Berhenti Mengikuti Pergerakan Harga Bitcoin

Mengapa Penambang Bitcoin Berhenti Mengikuti Pergerakan Harga Bitcoin

Selama bertahun-tahun, saham penambang bitcoin diperdagangkan layaknya taruhan dengan leverage (daya ungkit) terhadap token yang mereka hasilkan. Namun, menurut laporan terbaru Coin Shares, hubungan tersebut terputus dalam setahun terakhir.

Harga bitcoin turun sekitar 31% selama periode 12 bulan hingga 1 September. Sebaliknya, Hut 8 Corp. (HUT) mencatat kenaikan 188,1% dalam periode yang sama. Riot Platforms, Inc. (RIOT) naik 29,9% dan CleanSpark, Inc. (CLSK) naik 22,7%. Coin Shares menemukan bahwa empat dari lima perusahaan penambang terbesar justru mengungguli kinerja bitcoin, alih-alih sekadar mengikuti pergerakan harganya.

Mungkin saat penambang bitcoin tak lagi menjamin keuntungan, Kamu bisa mencoba peruntungan lewat Bursa Taruhan Bola dan pastikan Anda sudah punya prediksi tim terbaik.

Arah penambangan yang sudah berubah

Menurut CoinShares, pembalikan tren ini disebabkan oleh perubahan cara penambang menghasilkan uang. Alih-alih hanya mengubah listrik menjadi bitcoin, para operator kini semakin banyak menyewakan kontrak daya listrik yang sama kepada pusat data kecerdasan buatan (AI). Perubahan ini telah mengubah saham perusahaan penambangan menjadi taruhan pada infrastruktur digital, bukan lagi sekadar spekulasi *leverage* terhadap harga token tersebut.

Menurut Coin Shares, faktor efisiensi menjelaskan perbedaan kinerja pada tingkat armada mesin penambang. Pada akhir Agustus, perangkat penambangan yang efisien mampu mengubah satu megawatt-jam listrik menjadi bitcoin senilai sekitar 136 USD. Perangkat tersebut beroperasi dengan konsumsi energi di bawah 14 joule per terahash. Sementara itu, mesin yang menggunakan 25 hingga 38 joule per terahash mengubah jumlah daya yang sama menjadi nilai sekitar 51 USD saja.

Harga rata-rata listrik industri di AS adalah 8,85 sen per kilowatt-jam pada bulan Juli. Dengan tarif tersebut, armada mesin yang efisien mampu mencetak keuntungan, sedangkan mesin-mesin lama justru merugi.

Operator dengan armada mesin yang sudah tua menemukan penggunaan daya listrik yang lebih menguntungkan: kecerdasan buatan (AI). Coin Shares melaporkan bahwa Core Scientific, Inc. (CORZ) memperoleh 83% pendapatannya pada kuartal kedua dari layanan *colocation* AI, bukan dari aktivitas penambangan.

Riot menandatangani kontrak sewa berkapasitas 191 megawatt untuk jangka waktu 20 tahun pada bulan Agustus, dengan nilai pendapatan kontrak mencapai 9,1 miliar USD. Hut 8 juga telah menyiapkan kapasitas AI sebesar 949 megawatt senilai 26,6 miliar USD, meskipun belum ada satupun yang mulai beroperasi.

ETF yang Dirancang untuk Penambang Bitcoin Mengubah Arah Strategi

CoinShares mencatat bahwa menanggung risiko satu perusahaan penambang kini semakin berarti menanggung risiko pasar listrik dan jadwal pembangunan pusat data, bukan sekadar ekonomi penambangan itu sendiri. Sebuah dana investasi (ETF) dapat menyebarkan risiko tersebut ke berbagai operator. CoinShares menyoroti ETF miliknya sendiri, CoinShares Bitcoin Mining and Digital Power ETF (WGMI), sebagai contoh betapa cepatnya kategori ini mengalami perubahan.

Menurut CoinShares, WGMI mengubah strategi investasinya pada 11 Agustus dan berganti nama seminggu kemudian. Mandat investasinya kini meluas hingga mencakup pusat data berskala masif (*hyperscale*), semikonduktor AI, dan pembangkit listrik, tidak lagi terbatas pada perusahaan penambangan saja.

Portofolionya mencakup Nebius Group N.V. (NBIS) dan CoreWeave, Inc. (CRWV). Perusahaan penambang seperti Cipher Digital Inc. (CIFR), Hut 8, dan Riot juga tetap menjadi bagian dari portofolio tersebut.

Namun, eksposur terhadap AI tidak selalu memberikan dampak positif. Menurut data CoinShares, harga bitcoin naik 22,5% dalam periode hingga 26 Agustus. Perusahaan penambang yang paling gencar beralih ke AI justru mencatatkan kinerja stagnan atau bahkan turun. Sebaliknya, tiga operator yang berfokus murni pada penambangan bitcoin—yang mengalami tekanan keuangan paling berat dan kerugian terbesar—justru memimpin pergerakan pasar.

VettaFi dan CoinShares akan mengadakan sesi pembahasan mendalam (*due diligence*) mengenai perubahan ini pada 22 September pukul 12.30 siang waktu ET. Sesi ini bertajuk “The Convergence of Bitcoin Mining and AI: From Crypto Niche to Digital Power Infrastructure” (Konvergensi Penambangan Bitcoin dan AI: Dari Ceruk Pasar Kripto menuju Infrastruktur Daya Digital). Acara ini akan menghadirkan Calvin Tintle dari CoinShares dan Roxanna Islam dari VettaFi. Mereka akan membahas kebutuhan perusahaan *hyperscaler* terhadap penambang serta posisi WGMI dalam sebuah portofolio investasi. Silakan mendaftar di sini.

Scroll to Top